<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Eliyati's Blog</title>
	<atom:link href="http://eliyati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://eliyati.wordpress.com</link>
	<description>Refleksi Motivasi Untuk Sahabat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Apr 2011 14:47:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='eliyati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Eliyati's Blog</title>
		<link>http://eliyati.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://eliyati.wordpress.com/osd.xml" title="Eliyati&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://eliyati.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ibu Aku Mencintaimu</title>
		<link>http://eliyati.wordpress.com/2011/04/04/ibu-aku-mencintaimu/</link>
		<comments>http://eliyati.wordpress.com/2011/04/04/ibu-aku-mencintaimu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 07:28:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eliyati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Women]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eliyati.wordpress.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Ibu Aku Mencintaimu Para orangtua tercinta dimana pun Anda berada,  ada seorang sahabat mengirimkan sebuah artikel pada saya. Saya tak tahu siapa penulis asli artikel ini. Namun artikel ini sangat bernilai tinggi. Melalui situs ini saya mohon ijin untuk memuat artikel tersebut dan sekaligus mengucapkan beribu terima kasih karena telah menulis sebuah artikel yang inspiratif, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=266&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color:#ff0000;">Ibu Aku Mencintaimu</span></strong></p>
<p>Para orang<a href="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/04/ibu-menangis.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-271" title="Ibu menangis" src="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/04/ibu-menangis.jpg?w=120&#038;h=150" alt="" width="120" height="150" /></a>tua tercinta dimana pun Anda berada,  ada seorang sahabat mengirimkan sebuah artikel pada saya. Saya tak tahu siapa penulis asli artikel ini. Namun artikel ini sangat bernilai tinggi. Melalui situs ini saya mohon ijin untuk memuat artikel tersebut dan sekaligus mengucapkan beribu terima kasih karena telah menulis sebuah artikel yang inspiratif, sebuah artikel yang menyentuh hidup banyak orang sehingga mereka bisa menghidupkan kehidupan lainnya. Saya yakin kita semua mendapatkan pencerahan, penguatan, kepercayaan, kekuatan dan keyakinan yang lebih teguh lagi untuk dapat menjadi orangtua yang terbaik bagi anak-anak kita.</p>
<p>Marilah kita renungi bersama setiap kata-kata penuh makna di bawah ini :</p>
<p>Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah. Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi. Bagi para ibu, Anda akan mencintainya</p>
<p>Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan. ‘Apakah jalannya jauh?’ tanyanya. Pemandunya menjawab: ‘Ya, dan jalannya berat. Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini… Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.’</p>
<p>Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik daripada tahun-tahun ini. Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka  sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih. Mata hari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru:  ‘Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.’</p>
<p>Lalu malam tiba bersama badai. Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan. Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya. Anak-anak itu berkata: ‘Ibu, kami tidak takut, karena ibu ada dekat kami. Tak ada yang dapat menyakiti kami.’</p>
<p>Dan fajar menjelang.  Ada bukit menjulang di depan mereka.  Anak-anak memanjat dan menjadi lelah.  Ibunya juga lelah.  Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya: ‘Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.’ Demikianlah anak-anak itu memanjat terus. Saat sampai di puncak, mereka berkata: ‘Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu.’</p>
<p>Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata: ‘Hari ini lebih baik dari pada yang lalu. Karena anak-anakku sudah belajar daya tahan menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian. Hari ini aku memberi mereka kekuatan.’</p>
<p>Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi. Awan perang, kebencian dan kejahatan. Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap. Ibunya berkata: ‘Lihat keatas. Arahkan matamu kepada sinar.’Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan ada kemuliaan abadi yang menuntun mereka melalui kegelapan. Dan malam harinya ibu itu berkata: ‘Ini hari yang terbaik. Karena saya sudah memperlihatkan Sang Pencipta kepada anak-anakku’</p>
<p>Hari berganti minggu, bulan, dan tahun. Ibu itu menjadi tua, dia kecil dan bungkuk. Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat dan berjalan dengan gagah berani. Saat jalannya sulit, mereka membopongnya; karena ia seringan bulu. Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar. Ibu berkata: ‘Saya sudah sampai pada akhir perjalananku. Dan sekarang aku tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya. Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan anak-anak mereka ada di belakang mereka.’</p>
<p>Dan anak-anaknya menjawab: “Ibu selalu akan berjalan bersama kami… Meski ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.’ Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri…  dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat. Dan mereka berkata: “Kita tak dapat melihat ibu lagi. Tetapi dia masih bersama kita. Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan. Ia senantiasa hadir dan hidup.’</p>
<p>Ibumu selalu bersamamu…. Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan. Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci. Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit. Ibumu hidup dalam tawa candamu. Ia terkristal dalam tiap tetes air mata. Dia lah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu. Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu</p>
<p>Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu. Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian. Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian! Para orangtua tercinta dimanapun Anda berada, saya ingin mengingatkan diri saya sendiri dan mungkin juga Anda.</p>
<p>Jika  Anda masih bisa menikmati kehadiran ibu di tengah-tengah kita marilah sekarang kita meneleponnya, menjemputnya dan menyapanya untuk menyampaikan terima kasih kita padanya.</p>
<p>Jika  Anda sudah tidak bersama ibu lagi, marilah panjatkan doa yang tulus untuknya.</p>
<p>Dan bagi para suami yang membaca artikel ini, marilah  datangi istri kita  dan mengucapkan terima kasih atas cintanya pada kita, atas apapun yang telah ia lakukan untuk kita dan anak-anak.</p>
<p>Marilah kita mendukung para ibu untuk menjalankan misi mulianya.</p>
<p>Semoga tulisan sederhana ini mendekatkan kembali para pasangan, mengobarkan kembali semangat para ibu untuk menjadi yang terbaik bagi suami dan anak-anaknya dan menyemangati para suami untuk menjadi yang terbaik bagi istri dan anak-anaknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eliyati.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eliyati.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eliyati.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eliyati.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eliyati.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eliyati.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eliyati.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eliyati.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eliyati.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eliyati.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eliyati.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eliyati.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eliyati.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eliyati.wordpress.com/266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=266&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eliyati.wordpress.com/2011/04/04/ibu-aku-mencintaimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa3598a298ee322689216c2795e2ee8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eliyati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/04/ibu-menangis.jpg?w=120" medium="image">
			<media:title type="html">Ibu menangis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Sih Hypnotherapy itu?</title>
		<link>http://eliyati.wordpress.com/2011/03/30/apa-sih-hypnotherapy-itu/</link>
		<comments>http://eliyati.wordpress.com/2011/03/30/apa-sih-hypnotherapy-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 11:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eliyati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Therapy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eliyati.wordpress.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Apa Sih Hypnotherapy itu? Tahukah Anda Bahwa Banyak Penyakit Disebabkan oleh Pikiran? Pada masa sekarang dimana kehidupan dan persaingan sudah sangat keras, seringkali membawa orang pada kondisi yang stressfull.  Orang tua  yang stress dapat melampiaskannya pada Anaknya, sehingga terbentuk trauma-trauma yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit maupun perubahan karakter pada si anak.  Contohnya, orang tua yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=262&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color:#ff0000;">Apa Sih Hypnotherapy itu?</span></strong></p>
<p><a href="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/03/hypnotheraphy.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-275" title="hypnotheraphy" src="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/03/hypnotheraphy.jpg?w=150&#038;h=95" alt="" width="150" height="95" /></a>Tahukah Anda Bahwa Banyak Penyakit Disebabkan oleh Pikiran?</p>
<p>Pada masa sekarang dimana kehidupan dan persaingan sudah sangat keras, seringkali membawa orang pada kondisi yang stressfull.  Orang tua  yang stress dapat melampiaskannya pada Anaknya, sehingga terbentuk trauma-trauma yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit maupun perubahan karakter pada si anak.  Contohnya, orang tua yang terlaku keras terhadap anak laki-lakinya bisa membuat si anak secara “tidak sadar” membenci wanita sehingga  jika kelak berkeluarga cenderung banyak menimbulkan masalah. Stress kerja juga dapat menimbulkan berbagai penyakit fisik  seperti maag, tidak bisa tidur dll. Bahkan kanker pun dari pengalaman kami dapat ditimbulkan oleh stress yang terpendam. Banyak dokter  mengakui bahwa mungkin secara kasar 70% penyakit disebabkan oleh pikiran, dimana ada beberapa jenis penyakit yang berkali-kali kambuh walaupun secara medis sudah diberi obat yang tepat yang seharusnya sekali berobat sudah bisa sembuh, atau sudah dicek secara fisik seharusnya tidak terdapat masalah,  namun pasien tetap merasa sakit di bagian tubuh tertentu.</p>
<p>Pikiran  sebetulnya memiliki pengaruh yang sangat kuat. Coba saja ketika Anda mendengar kabar yang begitu buruk, pikiran bisa membuat seketika tubuh menjadi lemas bahkan pingsan.  Pernahkan Anda melihat sesuatu yang begitu menakutkan sehingga tubuh seolah-oleh terpaku dan tidak bisa bergerak? Pernahkan anda mendengar ada orang yang bisa melompat pagar begitu tinggi karena dikejar anjing? Anda juga tentu ingat pelajaran biologi yang menyebutkan bahwa organ tubuh bagian dalam seperti detak jantung dll  dikontrol oleh pikiran bawah sadar? Itu semua adalah bukti-bukti kekuatan pikiran yang sangat powerfull dalam mempengaruhi fisik kita yang seringkali tidak kita sadari.</p>
<p>Berbagai masalah dan penyakit itu banyak yang sumbernya berada pada pikiran bawah sadar kita. Mengapa? Karena pikiran bawah sadar merekam semua kejadian atau trauma yang kita miliki. Walaupun secara sadar kita sudah lupa, seringkali trauma itu masih bercokol di alam bawah sadar kita. Itulah yang menyebabkan perubahan karakter atau penyakit maag, insomnia, kecemasan, stress,  depresi dll</p>
<p>Hypnotherapy adalah satu cara untuk membereskan penyakit pikiran  yang langsung menyentuh akar masalahnya secara langsung. Yaitu di pikiran bawah sadar kita.  Ketika kita tahu akar masalahnya, disitulah kita bisa memberikan terapi yang tepat sasaran. Terkadang klien merasa heran dengan jawaban dari pikiran bawah sadar yang di luar dugaan sebelumnya.</p>
<p>Terapi pikiran bawah sadar/Hypnotherapy dengan metode Client Centered yang dilakukan pada hypnotherapy  adalah metode terapi yang sudah banyak dipakai di dunia Barat dimana penggunaannya adalah untuk menangani masalah-masalah mental maupun fisik yang diakibatkan oleh pikiran. Selama berpuluh-puluh tahun teknik terapi ini sudah dibuktikan melalui riset dan percobaan-percobaan sehingga dapat ditemukan suatu teknik yang ampuh untuk mengatasi berbagai problem-problem yang disebabkan oleh pikiran.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>ILMIAH</strong></span></p>
<p>Teknik yang dilakukan adalah benar-benar ilmiah, tidak didasarkan pada agama atau kepercayaan tertentu. Tidak juga menggunakan kekuatan Jin atau ilmu hitam. Lembaga yang telah mengakui hypnotherapy diantaranya adalah:</p>
<p>1. BMA (British Medical Association) pada tahun 1955</p>
<p>2. AMA (American Medical Association) pada tahun 1958</p>
<p>3. APA (American Psychology Association) pada tahun 1960</p>
<p>Dalam Asosiasi Psikologi Amerika, terapi ini termasuk dalam cabang psikologi, masuk divisi ke 30. dapat dicek di http://www.apa.org/about/division.html?imw=Y</p>
<p>Kode etik profesi juga mewajibkan untuk merahasiakan klien.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>PERMANEN</strong></span><br />
Terapi ini mengedukasi langsung ke level pikiran bawah sadar, jadi apa yang kita edukasikan langsung meresap dalam pikiran bawah sadar sehingga bisa menyebabkan perubahan yang permanen.  Hypnotherapy ini juga bukan mempengaruhi pikiran orang secara membabi-buta, namun orang akan berubah dengan kesadaran dari pemahaman baru yang timbul dari diri sendiri (bukan atas paksaan dari terapist) khususnya dari bawah sadarnya (tidak hanya di lapisan luar pikiran sadarnya saja) . Dan jika perubahan sudah terjadi dari bawah sadarnya, akan membuat perubahan yang permanen.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>AMAN</strong></span><br />
Proses terapi ini aman karena sebetulnya sama saja dengan kita mengedukasi seseorang mengenai pemahaman baru, seperti yang kita lakukan pada saat kita mendidik anak-anak kita, namun bedanya kalau kita mendidik secara sadar, dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa meresap dalam hati/bawah sadar seseorang. Bahkan kita sendiri juga seringkali sangat sulit mengubah watak diri sendiri.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>SADAR</strong></span></p>
<p>Dalam  Hypnotherapy, klien juga berada dalam kondisi yang sadar, mengetahui semua prosesnya dan bisa menolak jika ada hal yang tidak disetujui.  Ada yang berpikir bahwa hypnoteraphy dapat digunakan untuk menguasai pikiran, jawabannya TIDAK, sudah berulang kali diadakan uji coba seseorang dihipnosis untuk berbuat yang di luar hati nuraninya.  Walau dalam kondisi hypnosis, klien tidak mau melakukannya.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong> SECARA PRINSIP, YANG BISA DITANGANI DENGAN HYPNOTHERAPY ADALAH SBB:</strong></span><br />
Phobia, Trauma, luka batin, stress, depresi, mengatasi kecemasan, insomnia, mudah marah, takut bicara di depan umum, gagap, menghentikan kebiasaan buruk (merokok dll), masalah berat badan, problem sex, susah hamil, sulit mengambil keputusan, penyakit fisik yang biasanya disebabkan karena pikiran seperti kanker, alergi, asma, migrain, maag  dll</p>
<p>Apakah dengan Hypnotherapy dijamin pasti sembuh?<br />
Mungkin pertanyaan ini akan timbul pada calon-calon klien.  Juga timbul saat saya dulu belum mempelajari hypnotherapy <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Jawabannya: BELUM TENTU</p>
<p>Kenapa? karena kita bukan Tuhan <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  selain itu juga terkadang ada hambatan faktor lain yang mempersulit proses terapi. yaitu misalnya, klien yang sedang minum obat penenang biasanya lebih sulit diterapi.  Walau tetap ada yang bisa.  Atau klien yang baru saja mengkonsumsi narkotik.</p>
<p>Tidak ada orang atau dokter yang sangat hebat sekalipun yang bisa menjamin bisa 100% menyembuhkan semua pasiennya. Apakah kalau kita sudah membayar ratusan juta untuk operasi dengan alat-alat yang paling canggih juga meminum obat yang paling mahal dijamin pasti sembuh? jawabannya Anda tentunya sudah tau sendiri bukan <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sama seperti dokter medis pada umumnya, terapi klien adalah suatu kontrak upaya, bukan kontrak hasil.  Yang bisa kami janjikan adalah persentase keberhasilan yang sangat tinggi. Bukan jaminan 100%.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eliyati.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eliyati.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eliyati.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eliyati.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eliyati.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eliyati.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eliyati.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eliyati.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eliyati.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eliyati.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eliyati.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eliyati.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eliyati.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eliyati.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=262&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eliyati.wordpress.com/2011/03/30/apa-sih-hypnotherapy-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa3598a298ee322689216c2795e2ee8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eliyati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/03/hypnotheraphy.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">hypnotheraphy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orangtua Sempurna</title>
		<link>http://eliyati.wordpress.com/2011/03/14/orangtua-sempurna/</link>
		<comments>http://eliyati.wordpress.com/2011/03/14/orangtua-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 06:32:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eliyati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eliyati.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Orangtua Sempurna Orangtua hebat tidak perlu menjadi pahlawan, tapi cukup menjadi manusia yang sadar akan keterbatasan dan kekuatannya. ~Nietzche~ Seorang anak kelas 5 SD dalam ruang terapi saya mengatakan sesuatu yang mengagetkan. Gadis mungil nan cantik itu mengatakan “Saya tidak akan bisa menjadi seperti Papa dan Mama yang begitu hebat dan menjadi pahlawan bagi banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=256&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Orangtua Sempurna</strong></span></p>
<p><a href="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/03/f1010009.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-260" title="F1010009" src="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/03/f1010009.jpg?w=150&#038;h=100" alt="" width="150" height="100" /></a>Orangtua hebat tidak perlu menjadi pahlawan, tapi cukup menjadi manusia yang sadar akan keterbatasan dan kekuatannya. ~Nietzche~</p>
<p>Seorang anak kelas 5 SD dalam ruang terapi saya mengatakan sesuatu yang mengagetkan. Gadis mungil nan cantik itu mengatakan “Saya tidak akan bisa menjadi seperti Papa dan Mama yang begitu hebat dan menjadi pahlawan bagi banyak orang. Saya hanya ingin menjadi baby sitter saja seperti mbak pengasuh saya”.</p>
<p>Tidak ada yang jelek jika kita ingin menjadi baby sitter. Namun yang saya kagetkan adalah anak seusia dia biasanya memiliki cita-cita yang muluk dan tinggi. Biasanya ia begitu lepas menyebutkan cita-citanya, entah ingin jadi pilot, dokter dll. Mengapa ini bisa begitu? Yang membuat pernyataanya tidak enak didengar adalah awalan kalimatnya yang menyatakan bahwa ia tidak akan bisa menjadi sehebat kedua orangtuanya karena itu ia memilih suatu cita-cita yang sederhana saja karena ia berpikir bahwa cita-cita itu mudah ia dapatkan. Intinya gadis mungil itu menilai rendah dirinya dan menilai orangtuanya sangat tinggi dan sempurna. Jadi jika ia marah, jengkel dan tidak bisa mengerjakan sesuatu itu karena memang ia tak mampu.</p>
<p>Selidik punya selidik ternyata kedua orangtuanya sering memarahi si anak dengan kalimat yang selalu membandingkan kehebatan dirinya dengan kelemahan anaknya. “Ibu tidak pernah melakukan kesalahan konyol semacam ini saat dulu seusia kamu” atau “Ayah selalu diharuskan bisa oleh kakek kamu sehingga sekarang jadinya sukses seperti ini. Karena itu kamupun juga pasti bisa. Masa hanya begitu saja nggak bisa? Ayo buktikan kalau kamu juga hebat!” atau “Kamu ini kok tidak seperti ayahmu sih? Contohlah ayahmu yang selalu bekerja dan belajar terus, masa masih kecil sudah malas nanti kalau besar kamu mau jadi apa?” (mungkin jawaban si anak dalam hati : jadi baby sitter aja, mudah kan?)</p>
<p>Para orangtua  tercinta, berhati-hatilah terhadap apa yang Anda ucapkan dan lakukan pada anak-anak Anda. Karena apa yang kita lakukan dan ucapkan akan merangsang mereka berpikir sesuatu tentang diri mereka sendiri. Saya berdoa itu pikiran positif. Namun ingat kita tak bisa mengontrol pikiran orang lain bahkan walau anak sendiri. Pikiran langsung bereaksi begitu mendapatkan stimulasi. Pastikan stimulasi Anda positif dan tidak membuat pikiran anak memiliki celah untuk berpikir negatif tentang dirinya sendiri. Karena apa yang mereka alami diusia dini, entah itu positif atau negatif sangat membekas didalam dirinya, bahkan bisa jadi akan terbawa sampai usia dewasa.</p>
<p>Seperti yang dialami oleh salah satu &#8216;pasien&#8217; saya berikut ini. Sebut saja namanya Miranda, ia seorang karyawati di sebuah perusahaan Jepang. Ia tidak tahu awal mulanya bagaimana, sampai suatu hari ia merasa tidak berdaya, nggak bisa fokus terhadap pekerjaannya, bahkan ia terancam akan dipecat kalau tidak bisa meningkatkan performance nya. Selidik punya selidik, ternyata &#8216;rasa tidak berdaya&#8217; nya tersebut adalah sebuah &#8216;egostate&#8217; dimasa kecilnya. Waktu itu saat kelas 5 SD sebelum berangkat ke Sekolah ia minta disisir rambutnya oleh ibunya. Si Ibu yang sudah rapih, dan siap-siap berangkat ke kantor ini menolak untuk menyisir rambut anaknya, mungkin karena waktunya sudah mepet takut telat sampai dikantor. Nah si Miranda kecil menangis meraung-raung agar diperhatikan oleh ibunya. Saat itu yang terjadi malah ibunya menjambak rambutnya lalu menyerahkannya ke babby sitter. Rasa kecewa yang begitu mendalam kepada ibunya ini, rupanya mengendap dipikiran bawah sadar nya dan muncul secara tiba-tiba saat dewasa sekarang ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eliyati.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eliyati.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eliyati.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eliyati.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eliyati.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eliyati.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eliyati.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eliyati.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eliyati.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eliyati.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eliyati.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eliyati.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eliyati.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eliyati.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=256&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eliyati.wordpress.com/2011/03/14/orangtua-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa3598a298ee322689216c2795e2ee8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eliyati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/03/f1010009.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">F1010009</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendidik Anak Tanpa Kekerasan</title>
		<link>http://eliyati.wordpress.com/2011/02/28/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/</link>
		<comments>http://eliyati.wordpress.com/2011/02/28/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 23:23:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eliyati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eliyati.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Mendidik Anak Tanpa Kekerasan Dari Aisyah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah itu Maha lembut dan mencintai kelembutan, dan memberikan pada kelembutan apa-apa yang tidak diberikan kepada sikap kasar&#8221;. Dari Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah RA Bahwa Nabi Muhammad SAW:&#8221; Sesungguhnya kelembutan itu tidak akan ada pada apapun kecuali memperindahnya. Dan tidak dicabut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=245&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Mendidik Anak Tanpa Kekerasan</strong></span></p>
<p><a href="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/02/parenting.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-250" title="parenting" src="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/02/parenting.jpg?w=99&#038;h=150" alt="" width="99" height="150" /></a>Dari Aisyah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah itu Maha lembut dan mencintai kelembutan, dan memberikan pada kelembutan apa-apa yang tidak diberikan kepada sikap kasar&#8221;. Dari Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah RA Bahwa Nabi Muhammad SAW:&#8221; Sesungguhnya kelembutan itu tidak akan ada pada apapun kecuali memperindahnya. Dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali akan memperburuknya&#8221;.</p>
<p>Seringkali orangtua menanyakan ke saya “Anak saya ini kalau diomongin susah nurutnya, bagaimana sih caranya agar anak nurut dengan orangtua? Apa musti dipukul dulu baru nurut?”. Mendengar pertanyaan ini, seringkali saya jawab dengan singkat “Kenapa musti harus dengan kekerasan?”. Dan seringkali saya menceritakan kisah di bawah ini agar mereka mengerti apa maksudnya Mendidik Anak Tanpa Kekerasan.</p>
<p>Pada suatu hari Dr. Arun Gandhi, cucu Mahatma Gandhi, memberi ceramah di Universitas Puerto Rico. Ia menceritakan suatu kisah dalam hidupnya:</p>
<p>Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orangtua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, ditengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.</p>
<p>Pada suatu saat, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya mengerjakan beberapa pekerjaan tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.</p>
<p>Pagi itu setiba di tempat konferensi, ayah berkata ”Ayah tunggu kau di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.”</p>
<p>Segera saja saya menyelesaikan pekerja-pekerjaan yang diberikan oleh ayah dan ibu. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjuk pukul 17.30, langsung saya berlari menuju bengkel mobil dan buru-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18.00!!!</p>
<p>Dengan gelisah ayah menanyai saya ”Kenapa kau terlambat?”. Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton bioskop sehingga saya menjawab, ”Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu.”</p>
<p>Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan ayah tahu kalau saya berbohong. Lalu ayah berkata, ”Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan engkau sehingga engkau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarkanlah ayah pulang berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.”</p>
<p>Lalu dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap dan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami beliau hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.</p>
<p>Sejak itu saya tidak pernah berbohong lagi. Seringkali saya berpikir mengenai kejadian ini dan merasa heran. Seandainya ayah menghukum saya, sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapat sebuah pelajaran mengenai mendidik tanpa kekerasan ? Kemungkinan saya akan menderita atas hukuman itu, menyadarinya sedikit dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru terasa kemarin. Itulah kekuatan bertindak tanpa kekerasan.</p>
<p>Ketika kita berhasil menancapkan suatu pesan yang sangat kuat di bawah sadar seorang anak maka informasi itu akan langsung mempengaruhi perilakunya. Itulah salah satu bentuk hypnosis yang sangat kuat. Apakah hal sebaliknya bisa terjadi? Ya bisa saja! Oleh karena itu kita perlu keyakinan penuh dalam melakukannya sehingga hasil positif yang kita inginkan pasti tercapai. Hal ini memerlukan pemikiran yang mendalam dan kesadaran diri yang kuat dan terlatih. Janganlah bertindak karena reaksi spontan belaka dan kemudian menyesal setelah melakukannya.</p>
<p>Jika kita mau berpikir sedikit ke belakang ke masa di mana anak-anak kita masih kecil sekali maka di masa itulah semua ”bibit” perilaku dan sikap ditanamkan. ”Bibit” perilaku dan sikap inilah yang kelak akan mewarnai kehidupan remaja dan dewasanya. Siapakah yang menanamkan ”bibit” perilaku dan sikap itu untuk pertama kalinya? Ya anda pasti sudah tahu jawabnya, kitalah orangtua yang menanamkan segala macam ”bibit” perilaku dan sikap itu.</p>
<p>Bagaimana jika sebagian besar waktu anak dihabiskan dengan pengasuhnya (baby sitter)? Ya berdoalah semoga pengasuh anak anda mempunyai pemikiran bijaksana dan bisa mempengaruhi anak anda secara positif. Berharaplah pengasuh anak (baby sitter) anda mengerti cara kerja pikiran dan mengerti bagaimana bersikap, berucap dan bertindak dengan baik agar anak anda memperoleh ”bibit” sikap dan perilaku yang baik.</p>
<p>Seseorang bisa menjadi baik atau buruk pasti karena sesuatu ”sebab”. Perilaku, ucapan sikap, dan pikiran yang baik atau buruk hanyalah suatu rentetan ”akibat” dari suatu ”sebab” yang telah ditanamkan terlebih dahulu. Mungkinkah terjadi ”akibat” tanpa ”sebab”? Mungkinkah anak kita berbohong tanpa sebab, mungkinkah anak kita ”nakal” tanpa sebab, mungkinkah anak kita rewel tanpa sebab? Sebagai orangtua kita wajib mencari tahu apa penyebabnya. Tidaklah pantas sebagai orangtua kita langsung bereaksi spontan begitu saja tanpa memikirkan apa yang baru saja kita perbuat. Bukankah ini akan memberi contoh baru bagi anak kita tentang bagaimana bertindak dan bersikap?</p>
<p>Sewaktu kita mempunyai anak maka kita menjadi orangtua, tetapi anak kita tidak pernah punya pengalaman menjadi orangtua. Kita mempunyai pengalaman menjadi anak. Jadi kita harus mendidik diri kita sendiri dengan belajar dari anak-anak. Bukan belajar dari apa yang dilakukan orangtua pada kita. Ingatlah perasaan sewaktu kita masih menjadi anak-anak. Amati mereka dan tanggapilah dengan penuh perhatian apa yang mereka inginkan. Pengharapan, perlakuan dan pengakuan seperti apa yang kita inginkan dari orangtua yang tidak pernah terpenuhi?</p>
<p>Perlakukan anak-anak seperti kita ingin diperlakukan! Jangan perlakukan anak-anak seperti apa yang dilakukan orangtua pada kita.</p>
<p>Wish you become the best parents in the world !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eliyati.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eliyati.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eliyati.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eliyati.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eliyati.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eliyati.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eliyati.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eliyati.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eliyati.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eliyati.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eliyati.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eliyati.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eliyati.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eliyati.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=245&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eliyati.wordpress.com/2011/02/28/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa3598a298ee322689216c2795e2ee8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eliyati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/02/parenting.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">parenting</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Kenakalan Anak</title>
		<link>http://eliyati.wordpress.com/2011/02/22/menyikapi-kenakalan-anak/</link>
		<comments>http://eliyati.wordpress.com/2011/02/22/menyikapi-kenakalan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 05:24:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eliyati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eliyati.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Menyikapi Kenakalan Anak Banyak orang tua cenderung menerapkan hukuman kala si anak nakal atau berbuat salah. Padahal, hukuman sangat merugikan anak. Nah, bagaimana sebaiknya? Menurut penelitian, dalam sehari semalam anak mendapatkan 460 kali kritikan dari orang dewasa, termasuk di dalamnya hukuman. Wuih&#8230; Kasihan ya! Sementara pujian, cuma 70 kali dalam sehari semalam. Duh, betapa &#8220;malang&#8221;nya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=238&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Menyikapi Kenakalan Anak</strong></span></p>
<p><a href="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/02/parenting2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-252" title="parenting2" src="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/02/parenting2.jpg?w=150&#038;h=140" alt="" width="150" height="140" /></a>Banyak orang tua cenderung menerapkan hukuman kala si anak nakal atau berbuat salah. Padahal, hukuman sangat merugikan anak. Nah, bagaimana sebaiknya?</p>
<p>Menurut penelitian, dalam sehari semalam anak mendapatkan 460 kali kritikan dari orang dewasa, termasuk di dalamnya hukuman. Wuih&#8230; Kasihan ya! Sementara pujian, cuma 70 kali dalam sehari semalam. Duh, betapa &#8220;malang&#8221;nya si kecil!</p>
<p>Tapi, kenapa, sih, orang tua menghukum anak? Ada dua alasan, seperti dipaparkan psikolog Ery Soekresno. Pertama, karena orang tua punya target atau standar tingkah laku untuk anaknya, &#8220;Namun ternyata standar itu tak dilakukan oleh anak.&#8221; Kedua, ada tingkah laku tertentu yang ingin dihentikan oleh orang tua. &#8220;Mungkin tingkah laku itu baik, tapi karena berlebihan, jadi harus dihentikan.&#8221;</p>
<p>Selain itu, lanjut Ery, orang tua juga sering menghukum anak karena tak punya alternatif lain untuk menghentikan suatu tingkah laku anak.</p>
<p>&#8220;SESUAI&#8221; KESALAHANNYA</p>
<p>Menurut Ery, hukuman sudah bisa diberikan sejak sedini mungkin, yakni saat anak mulai membangkang. &#8220;Misalnya, nggak mau mandi, nggak mau makan, dan sebagainya. Pokoknya, apa saja enggak! Nah, itu berarti ia sudah mulai membangkang.&#8221;</p>
<p>Namun dalam memberi hukuman, Ery mengingatkan, haruslah disesuaikan dengan &#8220;kesalahan&#8221; si anak. Misalnya, anak asyik menonton VCD sampai lupa waktu. Nah, hukumannya adalah ia dilarang menonton lagi. &#8220;Tapi jangan langsung melarangnya nonton VCD selama 3 bulan, misalnya. Itu namanya sewenang-wenang. Cukup misalnya, kalau hari ini nonton terlalu lama maka besoknya ia tak boleh nonton lagi.&#8221;</p>
<p>Kemudian, beri anak kesempatan. Misalnya, setelah dihukum sehari, esoknya ia diperbolehkan menonton VCD lagi namun dibatasi cuma menonton satu judul. &#8220;Kita lihat, apakah anak bisa menepati janji. Kalau ternyata enggak bisa, esoknya jangan izinkan si anak menonton lagi.&#8221; Kalau besok ia bisa menepati janji, berilah bonus boleh menonton dua judul.</p>
<p>Yang harus diperhatikan, ujar Ery, saat memberi hukuman kita juga harus melihat diri sendiri. Maksudnya, tega apa enggak. &#8220;Kalau enggak tega, ya, jangan beri hukuman yang berat-berat. Nanti kita malah jadi enggak konsekuen.&#8221; Akibatnya, kita bisa dijadikan bulan-bulanan oleh anak. Celaka, kan!</p>
<p>Sering terjadi, kita suka mengancam anak, &#8220;Awas, kalau Kakak nakal lagi, nanti Bunda pergi.&#8221; Tapi sering pula ancaman tersebut tak kita lakukan. Nah, cara seperti ini, menurut Ery, akan membuat anak memandang rendah ancaman. &#8220;Ah, paling Bunda cuma ngomong doang,&#8221; begitu pikir si anak. &#8220;Jangan salah, lo, kemampuan anak untuk mengobservasi gerak tubuh dan mimik orang tua sangat tajam,&#8221; kata Ery yang tak setuju orang tua menerapkan ancaman.</p>
<p>Jadi, tandas Ery, kalau memang kita sedang marah, ya, marahlah beneran. Jangan kita marah tapi muka tersenyum. Sebaliknya, jangan pula kita bilang sayang tapi nyubit atau memukul. &#8220;Itu, kan, nggak sinkron. Orang tua harus belajar membedakan antara marah dan sayang.&#8221;</p>
<p>Yang tak kalah penting, tambah Ery, jangan pernah memberi label jika ada tingkah laku anak yang tak sesuai. &#8220;Orang tua harus memisahkan tingkah laku dan pelakunya. Tapi yang terjadi, kadang orang tua tak sadar dan membenci pelakunya.&#8221;</p>
<p>DISIPLIN</p>
<p>Sebenarnya Ery lebih setuju kita menerapkan konsekuensi ketimbang hukuman. Sebab, konsekuensi berkaitan dengan disiplin, tak demikian halnya dengan hukuman. &#8220;Orang tua sering menyamakan kedua hal ini, padahal sebenarnya berbeda sekali. Hukuman adalah kontrol dari luar, sedangkan disiplin adalah kontrol dari anaknya sendiri,&#8221; terangnya.</p>
<p>Disiplin atau disciple dalam bahasa Latin berarti belajar. Jadi, disiplin memberikan pelajaran kepada anak tentang bagaimana bertingkah laku yang seharusnya. &#8220;Dalam disiplin ada aturan, komunikasi dan penguatan positif. Kalau aturan dijalankan dengan baik, anak akan mendapat hadiah. Misalnya, dipuji, dipeluk dan sebagainya, yang bisa memperkuat tingkah laku baik si anak.&#8221; Sebaliknya, bila anak tak menjalankan aturan, ia akan mendapat konsekuensi.</p>
<p>Dengan disiplin, kita juga sekaligus menyatakan harapan kita kepada anak. &#8220;Biasanya anak akan merasa nyaman, tenang, dan damai, karena ia tahu apa yang diharapkan oleh orang tuanya.&#8221; Misalnya, &#8220;Bunda ingin Kakak membereskan mainan setelah bermain.&#8221; Atau sebelum bertamu ke rumah orang, kita bisa bilang, &#8220;Kita akan bertamu di rumah orang. Kalau belum dipersilakan, Abang enggak boleh mengambil makanannya dulu, ya.&#8221;</p>
<p>Disiplin harus diterapkan sejak dini dengan memperkenalkan beberapa aturan. Misalnya, melarang anak menyentuh stop kontak. &#8220;Tapi untuk anak yang masih dini, sebaiknya ruanganlah yang didisiplinkan,&#8221; ujar Ery. Maksudnya, kita harus menciptakan lingkungan yang aman buat anak. Misalnya, kalau kita ingin vas bunga tak dipecahkan oleh anak, maka pindahkan vas tersebut ke tempat yang lebih aman. &#8220;Daripada orang tua bolak-balik bilang jangan ke anak.&#8221;</p>
<p>Lain halnya pada anak yang lebih besar, orang tua harus mulai memberi aturan. Misalnya, &#8220;Kakak nggak boleh memukul Adik karena dipukul itu sakit. Konsekuensinya, kalau Kakak memukul Adik berarti Kakak harus bermain sendiri.&#8221; Atau, anak melempar mainannya, katakan, &#8220;Tidak boleh melempar-lempar mainan, karena mainan bisa rusak. Kalau Kakak melempar lagi, akan Mama ambil mainan itu untuk disimpan.&#8221;</p>
<p>Jadi, tandas Ery, kita harus selalu berada dalam posisi membantu anak untuk bertingkah laku baik. &#8220;Jangan langsung memberi hukuman. Tapi ajarkan sebab-akibatnya, bahwa kalau ia bertingkah laku tertentu maka konsekuensinya begini.&#8221;</p>
<p>KONSEP DIRI NEGATIF</p>
<p>Hukuman, terang Ery, hanya memberi tahu anak tentang kesalahannya tapi tak memberi tahu bagaimana ia seharusnya bertingkah laku. &#8220;Anak hanya tahu bahwa ia salah, tapi setelah itu so what, lalu apa? Ia tak diajarkan harus bagaimana.&#8221;</p>
<p>Apalagi jika anak sampai diberi hukuman fisik yang juga disertai kata-kata menyakitkan. &#8220;Itu bisa membuatnya sakit hati, merasa direndahkan dan tak diberi kesempatan untuk memperbaiki tingkah lakunya.&#8221; Biasanya anak akan tumbuh menjadi pendendam lantaran ia tak pernah didengar dan dihargai. &#8220;Mereka juga cenderung tak bisa menyelesaikan masalah dengan baik tapi dengan hukuman juga.&#8221;</p>
<p>Yang lebih parah, hukuman dapat merusak konsep diri anak. &#8220;Anak jadi memiliki konsep diri negatif sehingga membuatnya tak percaya diri. Bawaannya takut melulu, enggak berani tampil, takut salah, dan sebagainya. Ia merasa bahwa yang ia miliki adalah kejelekan. Ia tak bisa menemukan aspek positif dari dirinya,&#8221; papar Ery.</p>
<p>Ery mengingatkan, usia 3 sampai sekitar 6 tahun merupakan usia pembentukan (formative years) dan biasa disebut sebagai masa keemasan (golden years) seorang anak. &#8220;Masa ini tak mungkin terulang,&#8221; tukasnya. Nah, bila di masa ini anak sering dihukum berarti ia banyak dilarang. Otomatis, kebutuhan anak untuk menjelajah, berinisiatif dan memupuk rasa ingin tahu menjadi terhambat. &#8220;Anak jadi tak punya inisiatif dan tak punya pendirian.&#8221;</p>
<p>Dampak lainnya, anak menjadi conform, selalu berpendapat sama dengan orang lain. &#8220;Ia takut berbeda dengan orang lain. Karena kalau berbeda, ia takut diomeli.&#8221; Disamping, potensi anak tak terealisir. &#8220;Anak jadi tak kreatif. Ia akan takut mencoba karena sudah penuh dengan ancaman.&#8221;</p>
<p>POPULER DI KALANGAN TEMAN</p>
<p>Lain halnya dengan disiplin, anak akan tahu apa konsekuensi dari tingkah lakunya. &#8220;Sehingga anak akan selalu memandang bahwa berbuat baik itu menyenangkan dan berbuat tak baik itu tak menyenangkan,&#8221; bilang Ery.</p>
<p>Merujuk data penelitian, orang tua yang banyak melatih anak dengan batasan-batasan dan konsekuensi, biasanya akan memiliki anak yang lebih POPULER di kalangan teman-temannya. &#8220;Karena mereka tahu apa yang harus mereka kerjakan, kontrol dirinya bagus, tak mudah diombang-ambingkan orang.&#8221;</p>
<p>Anak-anak yang demikian, lanjut Ery, memiliki prinsip dan biasanya kelak menjadi PEMIMPIN. &#8220;Mereka tahu bahwa mereka punya kelebihan tapi juga punya kekurangan. Berbeda dengan anak-anak yang sering dihukum, tahunya cuma dirinya JELEK saja.&#8221;</p>
<p>Akhirnya Ery menyarankan kita agar mencoba untuk lebih sabar dan lembut dalam menghadapi anak. &#8220;Ini memang susah. Tapi ingatlah, kesabaran kita akan berbuah bahwa anak kita juga akan menjadi orang yang sabar.&#8221;</p>
<p>Anak adalah &#8220;POTRET&#8221; orang tua. Iya, kan!</p>
<p>Hati-hati, lo, memberi label/cap negatif pada anak akan membentuk konsep diri yang salah. Pemberian label/cap yang positif semisal &#8220;pintar&#8221; dan &#8220;cantik&#8221; juga bisa berpengaruh negatif, lho.</p>
<p>&#8220;Kamu ini gimana, sih? Sudah dikasih tahu jangan gangguin adik tapi masih juga diganggu. Kamu ngerti enggak, sih, kalau Mama lagi repot? Dasar anak bandel!&#8221;</p>
<p>Sering, kan, mendengar sang ibu atau ayah berkata demikian kala marah pada buah hatinya. Dalam keadaan &#8220;lupa diri&#8221; akibat emosi yang meluap kerap terlontar kata-kata yang memberi label pada anak. Entah &#8220;anak bandel&#8221;, &#8220;anak penakut&#8221;, &#8220;anak cengeng&#8221;, dan sebagainya.</p>
<p>Menurut ahli, pemberian label/cap atau juga disebut stigma akan memberi bekas dalam diri anak dan mempengaruhi pembentukan konsep dirinya. Karena bagi anak, label tersebut adalah suatu imej diri bahwa aku seperti itu. Jadi, lama-lama akan terbentuk dalam benaknya, &#8220;Oh, aku ini bandel, toh.&#8221;</p>
<p>Apalagi, kata dra. S.Z. Enny Hanum, bila si pemberi label adalah orang yang mempunyai kedekatan emosi dengan anak semisal orang tua atau guru atau pengasuhnya, pengaruhnya akan sangat besar dan cepat buat anak. &#8220;Anak akan jadi ragu pada dirinya sendiri, Oh, jadi aku seperti itu. Orang tuaku sendiri mengatakan demikian, kok.&#8221;</p>
<p>JADI NGOMPOL LAGI</p>
<p>Sekalipun di usia prasekolah anak belum memahami makna sebenarnya dari kata-kata label itu, namun ia bisa merasakan sesuatu yang tak nyaman dengan dilontarkannya label itu. &#8220;Ia seakan-akan tak diterima dengan adanya label itu, ada sesuatu yang ditolak,&#8221; terang Enny.</p>
<p>Jadi, anak tak tahu apa itu label baginya. Ia hanya merasakan sebagai sesuatu yang tak mengenakkan, merasa tak nyaman. Namun bukan berarti ia akan diam saja. Ia akan melampiaskan perasaan tak nyaman itu dengan berbagai cara sebagai bentuk protes. Tapi bentuk protesnya berbeda dengan anak remaja yang kalau dibilang &#8220;nakal&#8221; malah sengaja dibikin nakal, &#8220;Ah, sekalian aja aku nakal karena aku sudah kadung dicap demikian.&#8221; Melainkan dalam bentuk mengompol (padahal sebelumnya anak sudah tak mengompol), mimpi buruk, menangis, menggigit-gigit kuku, menolak mengerjakan sesuatu, dan sebagainya.</p>
<p>Penting diketahui, perilaku/reaksi demikian juga akan muncul bila anak menemukan suatu situasi yang hampir mirip dengan di rumah. Misalnya, ia diperlakukan tak adil atau tak dimengerti di luar, maka ia akan mengompol lagi, menggigit-gigit kuku lagi, mengambek lagi, dan sebagainya. Tak demikian halnya bila ia menemukan situasi dimana ia merasa dipahami, dimengerti, dan komunikasinya menyenangkan, maka perilaku protesnya tak akan keluar.</p>
<p>Nah, bila anak semakin sering protes dan orang tua pun jadi makin sering marah, tentunya label tersebut akan juga semakin sering dilontarkan. Kalau sudah begitu, lambat laun akhirnya anak percaya bahwa dirinya memang nakal, misalnya. Konsep dirinya jadi salah. Kita tentu tak ingin si Upik atau si Buyung memiliki konsep diri yang salah, bukan?</p>
<p>BERLAKUKAN ATURAN</p>
<p>Itulah mengapa, Enny tak setuju orang tua memberi label pada anak. Jikapun memberi label, &#8220;sebaiknya dijelaskan dalam hal apa ia nakal atau jeleknya karena bisa saja anak melakukan sesuatu dalam niatan yang lain,&#8221; terangnya. Misalnya, ia hendak membuatkan minuman sirup untuk ibunya. Selama ini ia sering melihat pembantunya kalau membuat sirup dengan cara menuangkan botol sirup ke dalam gelas. Nah, ia pun menirunya tapi ia tak tahu berapa takarannya sehingga dituangnya sirup itu segelas penuh. Si ibu yang melihatnya langsung marah-marah dan mengatakannya NAKAL, main-main dengan sirup. Padahal, si anak, kan, tidak nakal; ia hanya tak tahu berapa takarannya. Tapi akibatnya, anak jadi tak merasa nyaman, &#8220;Aku mau bikin sirup buat Ibu, kok, dibilang nakal?&#8221;</p>
<p>Jadi, tandas Enny, orang tua harus menyebutkan apa kesalahan anak sehingga ia dikatakan nakal. &#8220;Kalau ia mengganggu adik, misalnya, jelaskan bahwa kamu mengganggu adik padahal waktunya adik tidur. Jadi, anak diberi tahu, nakalnya kamu itu karena mengganggu adik.&#8221; Dengan demikian anak tahu kenapa dirinya dikatakan nakal, sehingga dapat mencegah terjadinya pembentukan konsep diri yang salah.</p>
<p>Selain itu, lanjut Enny, sebaiknya orang tua juga memberlakukan berbagai aturan di rumah. Bila aturan dilanggar, ada sangsinya; sebaliknya, bila dikerjakan, ada rewards. Tentu sebelumnya aturan tersebut sudah dibicarakan dengan anak sehingga ia memahaminya. Misalnya, sebelum tidur ada aturan harus gosok gigi. Nah, bila dikerjakan, berilah pujian. Tapi bila dilanggar, jangan buru-buru bilang, &#8220;Dasar kamu anak nakal, sukanya melanggar aturan,&#8221; melainkan tanyakan dulu, &#8220;Kenapa kamu enggak gosok gigi?&#8221; Siapa tahu lantaran odolnya terlalu pedas buat anak atau mulutnya lagi sariawan.</p>
<p>Kemudian, sebelum memberi sangsi, orang tua juga harus memberitahukan letak kesalahannya. Misalnya, ia mengambil mainan adiknya. &#8220;Biasanya anak melakukannya karena spontanitas bermain. Nah, orang tua bisa memberitahukan, Kamu mengambil milik adikmu, itu enggak boleh. Kamu harus minta izin dulu. Kalau kamu terus melakukan perbuatan itu, nanti kamu jadi anak nakal.&#8221; Jadi, anak diberi tahu perilaku apa yang menyimpang.</p>
<p>Anak usia prasekolah, tutur konsultan psikologi anak dan keluarga ini, sudah bisa mengerti asal diberi tahu dengan bahasanya. &#8220;Kalaupun tak mengerti, orang tua harus mengulang-ulang lagi. Bukankah proses mendidik tak bisa sekali jadi melainkan harus terus-menerus?&#8221;</p>
<p>LABEL POSITIF</p>
<p>Selain memberikan label negatif, tak jarang orang tua juga memberikan label positif semisal &#8220;anak pintar&#8221;, &#8220;anak cantik&#8221;, &#8220;anak manis&#8221;, dan sebagainya. Dibanding label negatif, pemberian label positif akan berdampak positif pula, yaitu memberi sugesti atau memacu anak untuk berperilaku seperti apa yang disebutkan. Misalnya, label &#8220;anak pintar&#8221;. &#8220;Bagi anak, apa yang dilontarkan itu seolah-olah harapan orang lain padanya, sehingga ia pun akan berusaha untuk jadi anak yang pintar,&#8221; tutur Enny. Jadi, label positif semacam rewards buat anak, &#8220;Oh, ternyata aku anak pintar,&#8221; sehingga motivasinya besar sekali untuk belajar dan menjadi pintar.</p>
<p>Tapi, jangan salah, lo, pemberian label positif tak selamanya akan berdampak positif pula. &#8220;Pemberian label positif juga bisa berdampak negatif. Antara lain, anak jadi kehilangan spontanitasnya karena ada dorongan untuk memenuhi harapan orang tua. Padahal, spontanitas inilah yang menjadi ciri anak seusianya.&#8221; Misalnya, ia selalu dikatakan sebagai anak manis sehingga ia pun mencoba untuk memenuhi harapan tersebut. Dalam berbagai pertemuan, ia harus menahan diri agar berperilaku sebagai anak manis. Bila anak lain berlarian ke sana ke mari dengan bebas, misalnya, ia akan duduk manis bak putri kerajaan. &#8220;Hal itu dilakukannya karena ia ingin menyenangkan orang tuanya, memenuhi harapan orang tuanya sebagai anak manis&#8221;.</p>
<p>Jangan lupa, ingat Enny, pada usia prasekolah konsep diri anak masih kabur. &#8220;Ia belum punya kesadaran, aku ini siapa? Konsep dirinya sedang dibentuk sehingga aku ini kekurangannya di mana tak diketahuinya.&#8221; Oleh karena itu, bila terjadi hal demikian, saran Enny, orang tua harus segera memperbaikinya. &#8220;Terangkan pada anak bahwa ia keliru menangkap maksud orang tua.&#8221; Katakan, misalnya, &#8220;Yang Bunda maksud manis itu bukan berperilaku seperti itu.&#8221; Lalu jelaskan &#8220;manis&#8221;nya itu seperti apa dan bahwa ia masih punya hak untuk bermain, &#8220;Kalau dalam acara pernikahan, kamu memang boleh bersikap demikian karena itu adalah bagian dari tata krama. Tapi di luar pesta perkawinan, kamu tak harus selalu bersikap demikian. Kamu bebas berlarian dan bermain bersama teman-temanmu.&#8221; Dengan demikian, anak tahu persis kapan ia harus bersikap manis dan sikap manis seperti apa yang dikehendaki orang tuanya.</p>
<p>Label positif juga akan berdampak negatif bila tak sesuai realitasnya. &#8220;Bila anak terus menerus ingin memenuhi harapan orang tuanya sementara kemampuannya tak ada, tentu bisa melelahkan dan membuatnya frustrasi,&#8221; terang Enny. Memang, orang tua bermaksud baik dengan memberikan label positif walupun orang tua tahu tak sesuai realitasnya, yaitu demi mendorong agar anak jadi pintar atau rajin. &#8220;Tapi kalau orang tua memberikan label diluar ukurannya, anak jadi kurang kepercayaan dirinya. Misalnya, ia obesitas atau kegemukan tapi orang tuanya bilang ia anak cantik, langsing, dan sebagainya,&#8221; lanjutnya. Konsep dirinya juga jadi salah, kan!</p>
<p>Jadi, Bu-Pak, hati-hati, ya, dalam memberikan label positif dan terlebih lagi label negatif.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eliyati.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eliyati.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eliyati.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eliyati.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eliyati.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eliyati.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eliyati.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eliyati.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eliyati.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eliyati.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eliyati.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eliyati.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eliyati.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eliyati.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=238&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eliyati.wordpress.com/2011/02/22/menyikapi-kenakalan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa3598a298ee322689216c2795e2ee8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eliyati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/02/parenting2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">parenting2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah Mengurangi Berat Badan dengan Script Hypnoslimming</title>
		<link>http://eliyati.wordpress.com/2011/01/11/cara-mudah-mengurangi-berat-badan-dengan-script-hypnoslimming/</link>
		<comments>http://eliyati.wordpress.com/2011/01/11/cara-mudah-mengurangi-berat-badan-dengan-script-hypnoslimming/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2011 02:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eliyati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berat Badan]]></category>
		<category><![CDATA[Hypnoslimming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eliyati.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Cara Mudah Mengurangi Berat Badan dengan Script Hypnoslimming Masukkan diri Anda ke kondisi rilek.. Dengan bernafas perlahan&#8230; Sambil menyadari keluar masuknya nafas.. Karena anda  sekarang telah merasa tenang dan rileks, anda dapat berhasil mencapai apapun keinginan anda, termasuk keinginan untuk mengurangi berat badan ….! Anda bayangkan  bahwa anda telah kehilangan berat badan yang tidak lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=218&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Cara Mudah Mengurangi Berat Badan</strong></span><span style="color:#ff0000;"><strong> dengan Script Hypnoslimming</strong></span></p>
<p><a href="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/01/shakepicture.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-219" title="shakepicture" src="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/01/shakepicture.jpg?w=90&#038;h=150" alt="" width="90" height="150" /></a></p>
<p>Masukkan diri Anda ke kondisi rilek..<br />
Dengan bernafas perlahan&#8230;<br />
Sambil menyadari keluar masuknya nafas..<br />
Karena anda  sekarang telah merasa tenang dan rileks, anda dapat berhasil mencapai apapun keinginan anda, termasuk keinginan untuk mengurangi berat badan ….!<br />
Anda bayangkan  bahwa anda telah kehilangan berat badan yang tidak lagi anda inginkan dan anda telah menjaga hilangnya berat badan tersebut ….<br />
Anda bayangkan dan rasakan dan pikirkan bahwa anda telah menjadi lebih langsing, lebih langsing, lebih kurus, lebih kurus, otot-otot menjadi kencang, bentuk badan ideal sepenuhnya ….<br />
Keinginan anda yang tanpa disadari sekarang akan beraksi dalam gambaran ini dan terwujud dan aktualisasikanlah gambaran ini ….<br />
Dan anda akan mengurangi berat badan anda, berat badan turun dan anda dapat menjaga berat badan anda yang ideal … Anda  ubah pola makan negatif menjadi pola yang baik sekarang ….<br />
Anda lakukan hal ini dengan mudah dan tanpa dipaksakan ….</p>
<p>Dan sekarang anda bayangkan untuk sementara sebuah meja, sebuah meja di hadapan anda, dan anda mengisi meja ini dengan makanan yang  berbahaya bagi anda, makanan yang berbahaya untuk tubuh dan emosi anda.  Anda bayangkan makan makanan berikut ini : permen, cemilan dan makanan yang sudah kadaluarsa ….<br />
Letakkan di atas meja ….<br />
Makanan ini berbahaya bagi anda …<br />
Mereka seperti racun dalam tubuh anda. Makanan-makanan ini menyebabkan berat badan yang tidak anda inginkan bertambah ….<br />
Bila anda memilih  untuk makan makanan seperti ini, anda makan sedikit, dalam jumlah yang kecil akan memberikan kepuasan maksimum bagi anda.  Anda tidak mampu makan potongan-potongan lainnya ….”</p>
<p>“Sekarang anda buang makanan ini  dari atas meja, jauhkan dari anda, tubuh anda menolak makanan-makanan ini ….  Pikiran dan emosi anda menolak makanan ini ….<br />
Anda bersihkan meja ….<br />
Dan mulai sekarang di atas meja yang kosong itu, letakkan makanan yang anda senangi.  Makanan-makanan yang menyehatkan, makanan yang mengandung sedikit kalori, seperti (Shake herbalife_________ [Masukkan nama makanan yang memiliki kalori rendah yang paling anda senangi] …..<br />
Ada buah-buahan yang anda senangi : dingin, bersih dan renyah ….<br />
Mereka berupa sayur-sayuran yang anda sukai.  Anda melihat makanan yang baik dan menyehatkan dan bayangkanlah anda sedang memakan makanan tersebut.  Dan anda makan dengan perlahan-lahan, makan sedikit demi sedikit ….<br />
Apakah anda berubah atau tidak, anda secara penuh menyadari makanan yang anda makan, dan anda makan dalam jumlah kecil dan kemudian berhenti, dan hal ini terasa baik bagi anda, lebih baik ….<br />
Anda makan dalam jumlah yang cukup dan sesuai kebutuhan, dan anda benar-benar puas dan anda sekarang benar-benar merasa puas ….<br />
Anda puas dengan meminum shake, nutrisi dari herbalife  dan tidak memiliki selera untuk makan camilan di waktu senggang …<br />
Anda benar-benar merasa bangga akan diri anda.  Anda telah mencerminkan semua hal positif dalam hidup anda, cita-cita dan keberhasilan yang telah dicapai, dan anda tahu bahwa anda akan terus berhasil, mencapai segala cita-cita yang anda miliki, dan menciptakan kehidupan yang sehat dan positif untuk diri anda sendiri …. “</p>
<p>“Dan sekarang bayangkan melihat diri anda sendiri dengan perut yang rata , pinggul dan paha yang kencang dan indah, kaki yang kuat dan indah ….<br />
Anda kelihatannya luar biasa dan merasa sangat bahagia …<br />
Anda merasa rileks dan damai, dan makanan menjadi semakin kurang penting, dan anda menjadi terbiasa dengan makan secara lebih perlahan-lahan …<br />
Kebiasaan ngemil menjadi tidak penting bagi anda, tanpa memperhatikan dimana anda berada, di rumah atau di tempat kerja ….<br />
Anda dapat makan dalam jumlah kecil makanan di rumah makan, dan anda akan makan lebih lambat,  Anda mungkin meninggalkan sebagian makanan anda di atas piring, dan hal itu bagus …<br />
Tanpa memperhatikan tingkat stress, anda merasa lebih damai dan rileks, dan makanan menjadi kurang penting bagi anda ….<br />
Anda merasa bangga terhadap diri anda ….<br />
Penghargaan yang luar biasa ….<br />
Dan sekarang kapanpun anda berpikir untuk makan, anda memilih makanan yang menyehatkan dan baik.  Dan anda makan secukupnya …..<br />
Dan ketika anda telah makan secukupnya, anda berhenti makan, anda berhenti makan … Anda berhenti makan …  Anda bahkan mungkin menyisakan makanan anda di atas piring, dan hal itu adalah hal yang baik ….<br />
Anda cukup menghentikan makan anda dan lanjutkan untuk rileks ….<br />
Dan biarkan rasa percaya diri timbul sekarang dan rasa damai sekarang terus mengalir dalam diri anda ….<br />
Anda merasa lebih termotivasi sekarang dibandingkan sebelumnya untuk menciptakan kehidupan yang paling sehat dan positif, untuk merubah kebiasaan makan yang lama ke pola makan yang baik, untuk mengurangi jumlah berat badan yang tidak lagi anda inginkan atau perlukan, dan untuk memelihara kondisi badan yang ideal ….”</p>
<p>Anda sekarang memiliki cara-cara baru berhubungan dengan kebiasan lama (Masukkan semua pernyataan tertulis anda dari kolom opsi yang baru) ….</p>
<p>Kebiasan-kebiasaan baru ini akan membuat penurunan berat badan secara permanen dimungkinkan terjadi …<br />
Anda merasa kagum dan anda dapat memulai merasakan energi kehidupan yang menyehatkan yang mengalir dalam tubuh dan pikiran anda ….<br />
Dan pemikiran anda menjadi positif, percaya diri ….<br />
Anda merefleksikan semua aspek positif dalam hidup anda, kepandaian anda dan kreativitas anda ….<br />
Dan anda melihat diri anda sendiri sebagai orang yang menarik,  Dan anda membiarkan perasaan positif ini untuk tumbuh semakin kuat pada anda setiap hari, setiap malam ….<br />
Dan sekarang anda teruskan kondisi rileks ini ….”<br />
<span style="color:#ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Catatan :</strong></span><br />
<span style="color:#000080;"><em>Pernyataan tertulis yang dimaksud adalah daftar pemicu kebiasaan lama dan respon baru yang diinginkan. Misal : Jika saya berada d</em></span><span style="color:#000080;"><em>i tempat pesta, maka saya sudah merasa cukup untuk makan 1 piring kecil saja</em></span></p>
<p><span style="color:#993300;"><strong>Eliyati Bahri</strong></span><br />
<span style="color:#993300;"> <em>Trainer &amp; Motivator</em></span><br />
<span style="color:#993300;"> <em>hp 0811105280, pinBB 21A28795</em></span><br />
<span style="color:#993300;"> <em>http://eliyati.wordpress.com</em></span></p>
<p><a href="http://twitter.com/share">Tweet</a></p>
<p><!-- AddThis Button BEGIN --></p>
<div><a title="Bookmark and Share" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=afdalzikri" target="_blank"><img src="http://s7.addthis.com/static/btn/v2/lg-share-en.gif" alt="Bookmark and Share" width="125" height="16" /></a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eliyati.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eliyati.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eliyati.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eliyati.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eliyati.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eliyati.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eliyati.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eliyati.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eliyati.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eliyati.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eliyati.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eliyati.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eliyati.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eliyati.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=218&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eliyati.wordpress.com/2011/01/11/cara-mudah-mengurangi-berat-badan-dengan-script-hypnoslimming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa3598a298ee322689216c2795e2ee8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eliyati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eliyati.files.wordpress.com/2011/01/shakepicture.jpg?w=90" medium="image">
			<media:title type="html">shakepicture</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s7.addthis.com/static/btn/v2/lg-share-en.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Bookmark and Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resolusi Tahun Baru Seperti Apa Yang Anda Inginkan?</title>
		<link>http://eliyati.wordpress.com/2010/12/31/resolusi-tahun-baru/</link>
		<comments>http://eliyati.wordpress.com/2010/12/31/resolusi-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2010 03:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eliyati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Resolusi Tahun Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eliyati.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Resolusi Tahun Baru Seperti Apa Yang Anda Inginkan? Bebarapa saat lagi kita akan menutup tahun 2010. Bagaimana pencapaian anda? Sejauh mana anda bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan orang lain? Apa yang anda rencanakan untuk tahun yang akan datang? &#8220;A lot of guys try to achieve too many things a time, lose focus, and end up [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=209&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Resolusi Tahun Baru Seperti Apa Yang Anda Inginkan?<br />
</strong></span></p>
<p><a href="http://eliyati.files.wordpress.com/2010/12/63010026.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-215" title="63010026" src="http://eliyati.files.wordpress.com/2010/12/63010026.jpg?w=150&#038;h=99" alt="" width="150" height="99" /></a>Bebarapa saat lagi kita akan menutup tahun 2010. Bagaimana pencapaian anda? Sejauh mana anda bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan orang lain? Apa yang anda rencanakan untuk tahun yang akan datang?</p>
<p>&#8220;A lot of guys try to achieve too many things a time, lose focus, and end up accomplishing nothing. Don’t be one of them&#8221; Napoleon Hill</p>
<p>Saya yakin semua orang pasti ingin kehidupannya di tahun 2011 jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Apakah perbedaan yang menghasilkan perbedaan?</p>
<p>Ingat ucapan Eisntein: hanya orang-orang gila yang mengharapkan hasil yang berbeda tetapi menggunakan cara-cara yg sama. Salah satu yang saya ajak untuk dilakukan adalah Anda menuliskan apa yang ingin Anda raih ditahun 2011,</p>
<p>Apa yang perlu Anda tulis? Paling tidak 7 aspek:  <em><span style="color:#ff0000;">Spiritual, Emosional,  kesehatan, keuangan,  sosial, keluarga, karir</span></em>.</p>
<p><strong>Keluarga</strong></p>
<p>Keluarga seperti apa yang Anda bayangkan? Berapa waktu luang yang akan Anda berikan untuk keluarga Anda?<br />
Apa jenis kebahagiaan yang akan Anda berikan kepada anggota keluarga Anda? Anda ingin berlibur kemana bersama keluarga?</p>
<p><strong>Karir</strong></p>
<p>Setelah itu, tulis juga tentang karir Anda.  Apa prestasi terbaik yang akan Anda berikan di tempat kerja Anda?<br />
Apakah Anda sudah bekerja di perusahaan yang pas? Kalau sudah pas apa sumbangsih yang akan Anda berikan kepada perusahaan itu? Kalau belum pas, kapan Anda akan keluar dari perusahaan itu? Apa yang sudah Anda siapkan agar diterima di perusahaan lain? Atau jenis usaha apa yang sudah Anda siapakan sebagai pengganti pekerjaan Anda?<br />
Siapa client Anda? Seberapa besar total imbalan yang akan Anda terima?</p>
<p><strong>Pengembangan Pribadi</strong></p>
<p>Jangan lupa pula tulislah tentang kehidupan pribadi yang ingin Anda capai.  Siapa yang Anda jadikan role model?<br />
Apakah Anda ingin kuliah lagi atau kepada siapa Anda akan belajar dan berguru.  Pelatihan apa yang ingin Anda ikuti?</p>
<p><strong>Kehidupan Spritual</strong></p>
<p>Bagaimana mana hubungan Anda dengan Sang Pencipta? Apa yang akan Anda lakukan agar semakin dicintai-Nya?</p>
<p><strong>Kesehatan</strong></p>
<p>Bagaimana dengan kebugaran dan kesehatan Anda? Apakah anda ingin menghilangkan timbunan lemak dari tubuh anda?</p>
<p><strong>Kehidupan Sosial</strong></p>
<p>Komunitas seperti apa yang ingin Anda bergabung ke dalamnya? Dengan siapa Anda akan bergaul dan paling banyak menghabiskan waktu?</p>
<p><strong>Keuangan</strong></p>
<p>Terakhir, Bagaiamana dengan kondisi keuangan Anda? Apa jenis-jenis penghasilan yang bisa meningkatkan keuangan Anda? Jenis investasi apa yang akan Anda lakukan? Berapa kira-kira tabungan Anda? Berapa perusahaan lagi yang akan Anda bangun?</p>
<p><strong>Resolusi Diri</strong></p>
<p>Berhentilah sejenak; renungkanlah dan kemudian tuliskanlah jawaban-jawaban dari berbagai pertanyaan saya ajukan tadi,<br />
Dengan cara ini saya berharap Anda mampu menjalani kehidupan di tahun 2011 jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Ada yang terlupa, di target kehidupan pribadi cantumkan juga berapa orang yg akan Anda bantu atau Anda berdayakan?<br />
Di keluarga juga Anda masukkan pertanyaan Apa yang akan Anda lakukan untuk membahagiakan orang tua dan saudara-saudara Anda</p>
<p>Masukkan sikap dan perilaku positif apa yang akan Anda tingkatkan? Sikap dan perilaku negatif apa yang dikurangi atau dihilangkan.</p>
<p>Semoga bermanfaat!</p>
<p>Selamat tahun baru 2011</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Eliyati Bahri</strong></span><br />
<span style="color:#993300;"><em>Trainer &amp; Motivator</em></span><br />
<span style="color:#993300;"><em>hp 0811105280, pinBB 21A28795</em></span><br />
<span style="color:#993300;"><em>http://eliyati.wordpress.com</em></span></p>
<p><a class="twitter-share-button" href="http://twitter.com/share">Tweet</a></p>
<p><!-- AddThis Button BEGIN --></p>
<div><a title="Bookmark and Share" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=afdalzikri" target="_blank"><img style="border:0;" src="http://s7.addthis.com/static/btn/v2/lg-share-en.gif" alt="Bookmark and Share" width="125" height="16" /></a></div>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eliyati.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eliyati.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eliyati.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eliyati.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eliyati.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eliyati.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eliyati.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eliyati.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eliyati.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eliyati.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eliyati.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eliyati.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eliyati.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eliyati.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=209&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eliyati.wordpress.com/2010/12/31/resolusi-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa3598a298ee322689216c2795e2ee8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eliyati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eliyati.files.wordpress.com/2010/12/63010026.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">63010026</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s7.addthis.com/static/btn/v2/lg-share-en.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Bookmark and Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Refleksi Akhir Tahun</title>
		<link>http://eliyati.wordpress.com/2010/12/03/refleksi-akhir-tahun/</link>
		<comments>http://eliyati.wordpress.com/2010/12/03/refleksi-akhir-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 02:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eliyati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eliyati.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[1. Bernafaslah yang Perlahan
Bahkan boleh sangat perlahan. Rasakan dengan perlahan-lahan, udara segar yang masuk ke dalam diri melalui hidung dan tahan nafas Anda beberapa detik, lalu hembuskan dengan sangat perlahan-lahan. Bagus sekali… Ulangi langkah 1 di atas beberapa kali. Setelah Anda terasa makin nyaman, mari kita lanjutkan tahap selanjutnya, yaitu…

2. Terbang Melayang ke Awal Tahun 2010

Kembalilah sejenak ke memori saat awal tahun 2010. Saat Anda mencanangkan sebuah Resolusi di awal tahun 2010! Tekad untuk sukses di tahun 2010! Tekad untuk mencapai sesuatu! Tekad untuk mewujudkan sebuah mimpi! Tekad yang membangun keyakinan bahwa tahun 2010 InsyaAllah pasti sukses !!!

Nah, sekarang rasakan kembali perasaan Anda saat mencanangkan tekad itu. Rasakan dan rasakan kembali. Lalu, sekarang tariklah nafas yang perlahan. Mengapa? Karena saat perjalanan menuju mimpi yang ingin diwujudkan di tahun 2010, banyak sekali kerikil tajam yang memperlambat, kawat duri yang menghalangi, godaan yang membuat mata berpaling. Aaah, rasa gagal ini sering kali masih melekat di dada. Rasa galau di lubuk hati karena hasil yang diperoleh di ahir tahun 2010, tidaklah sesuai dengan tekad yang dicanangkan di awal tahun. Namun, justru…

3. Keluarkan Semua Rasa Gagal Anda di Tahun 2010

Ya, lepaskan semua rasa gagal yang tersimpan dalam dada, yang mengiris di lubuk hati, yang mencoreng muka, yang menampar pipi, yang membuat air mata kecewa menetes, yang membuat kepala menunduk malu. Keluarkan semua emosi gagal itu, keluarkan… Tariklah nafas, lalu buang dan lepaskan semua rasa gagal itu bersamaan saat Anda membuang nafas. Ya, terus lakukan dan lakukan sampai Anda merasa lebih tenang dan lebih nyaman… Nah, setelah itu barulah…

4. Munculkan Memori Sukses Anda di Tahun 2010

Ya, pasti Anda juga punya memori sukses di tahun 2010 lalu. Ambillah kembali, munculkan kembali memori kemenangan itu dalam benak Anda. Rasakan kembali kesuksesan itu, kemenangan itu, keberhasilan itu, pujian itu, prestasi itu. Rasakan dan perbesar rasa kemenangan yang membuat Anda makin percaya diri ini, perbesar rasa bangganya, perbesar lagi rasanya… Hiruplah nafas kemenangan ini, hiruplah dengan rasa bangga, hiruplah dengan rasa percaya diri. Hiruplah dan hiruplah… Terus lakukan sampai tubuh terasa makin besar dan makin besar… Lalu, sekarang…

5. Lepaskan Semua Rasa Sukses itu Kembali 

Ya, kembalikan semuanya ke Sang Pemilik, Sang Khalik, Sang Pencipta agar diri ini tetap rendah hati dan biarlah DIA yang makin besar, makin Akbar. Allahu Akbar!

Hembuskan nafas Anda, hembuskan kembali semua rasa kemenangan itu ke alam semesta, hembuskan kembali pujian itu, hembuskan kembali prestasi itu, hembuskan kembali kemenangan itu. Hembuskan… hembuskan kembali semua rasa sukses dalam diri ini, dalam hati ini, dalam jiwa ini, ke Sang Khalik sebagai empunya diri ini. Hembuskan kembali… hembuskan… sampai Anda kembali menjadi nol, menjadi kosong, menjadi lowong, menjadi tidak ada, tetapi ada. Bahkan sangat besar, sangat dahsyat, sangat mengagumkan, sangat indah… tidak bisa dijelaskan, hanya bisa dirasakan saat semuanya dilepaskan… Ya, itulah mungkin perjalanan indah yang pernah saya lalui sendiri. From Hero to Zero… Barulah setelah itu…

6. Petik Hikmah Indah Perjalanan di tahun 2010

Ambillah cukup 1 atau 2 hikmah pengalaman, hikmah keyakinan diri, hikmah kebangkitan diri saat melakukan perjalanan hidup di tahun 2010 ini. Tuliskan menjadi sebuah kalimat singkat. Misalnya: 

- Jika aku sungguh-sungguh, ternyata impianku bisa terwujud.
-"Belum dikabulkannya doaku, bisa jadi, sebab Dia (Allah) senang mendengar tangis harapku, yang tunduk khusyuk mendekat padaNya."

- Ah, ternyata selain bekerja keras, akupun harus bekerja cerdas, namun tetap tulus.

- Aku yakin ketekunan pasti berbuah.

- Menolongpun harus benar, ajarkan memancing, bukan berikan ikan.

- Berbuat baik, pasti ada halangan. Namun, teruslah berbuat baik.

- Orang lain boleh menghina aku, tapi aku harus tetap bangga dengan prestasiku.
Tetaplah semangat. Tidak ada kegagalan, yang ada adalah SUKSES atau BELAJAR!
 
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=202&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Bernafaslah yang Perlahan<br />
Bahkan boleh sangat perlahan. Rasakan dengan perlahan-lahan, udara segar yang masuk ke dalam diri melalui hidung dan tahan nafas Anda beberapa detik, lalu hembuskan dengan sangat perlahan-lahan. Bagus sekali… Ulangi langkah 1 di atas beberapa kali. Setelah Anda terasa makin nyaman, mari kita lanjutkan tahap selanjutnya, yaitu…</p>
<p>2. Terbang Melayang ke Awal Tahun 2010</p>
<p>Kembalilah sejenak ke memori saat awal tahun 2010. Saat Anda mencanangkan sebuah Resolusi di awal tahun 2010! Tekad untuk sukses di tahun 2010! Tekad untuk mencapai sesuatu! Tekad untuk mewujudkan sebuah mimpi! Tekad yang membangun keyakinan bahwa tahun 2010 InsyaAllah pasti sukses !!!</p>
<p>Nah, sekarang rasakan kembali perasaan Anda saat mencanangkan tekad itu. Rasakan dan rasakan kembali. Lalu, sekarang tariklah nafas yang perlahan. Mengapa? Karena saat perjalanan menuju mimpi yang ingin diwujudkan di tahun 2010, banyak sekali kerikil tajam yang memperlambat, kawat duri yang menghalangi, godaan yang membuat mata berpaling. Aaah, rasa gagal ini sering kali masih melekat di dada. Rasa galau di lubuk hati karena hasil yang diperoleh di ahir tahun 2010, tidaklah sesuai dengan tekad yang dicanangkan di awal tahun. Namun, justru…</p>
<p>3. Keluarkan Semua Rasa Gagal Anda di Tahun 2010</p>
<p>Ya, lepaskan semua rasa gagal yang tersimpan dalam dada, yang mengiris di lubuk hati, yang mencoreng muka, yang menampar pipi, yang membuat air mata kecewa menetes, yang membuat kepala menunduk malu. Keluarkan semua emosi gagal itu, keluarkan… Tariklah nafas, lalu buang dan lepaskan semua rasa gagal itu bersamaan saat Anda membuang nafas. Ya, terus lakukan dan lakukan sampai Anda merasa lebih tenang dan lebih nyaman… Nah, setelah itu barulah…</p>
<p>4. Munculkan Memori Sukses Anda di Tahun 2010</p>
<p>Ya, pasti Anda juga punya memori sukses di tahun 2010 lalu. Ambillah kembali, munculkan kembali memori kemenangan itu dalam benak Anda. Rasakan kembali kesuksesan itu, kemenangan itu, keberhasilan itu, pujian itu, prestasi itu. Rasakan dan perbesar rasa kemenangan yang membuat Anda makin percaya diri ini, perbesar rasa bangganya, perbesar lagi rasanya… Hiruplah nafas kemenangan ini, hiruplah dengan rasa bangga, hiruplah dengan rasa percaya diri. Hiruplah dan hiruplah… Terus lakukan sampai tubuh terasa makin besar dan makin besar… Lalu, sekarang…</p>
<p>5. Lepaskan Semua Rasa Sukses itu Kembali </p>
<p>Ya, kembalikan semuanya ke Sang Pemilik, Sang Khalik, Sang Pencipta agar diri ini tetap rendah hati dan biarlah DIA yang makin besar, makin Akbar. Allahu Akbar!</p>
<p>Hembuskan nafas Anda, hembuskan kembali semua rasa kemenangan itu ke alam semesta, hembuskan kembali pujian itu, hembuskan kembali prestasi itu, hembuskan kembali kemenangan itu. Hembuskan… hembuskan kembali semua rasa sukses dalam diri ini, dalam hati ini, dalam jiwa ini, ke Sang Khalik sebagai empunya diri ini. Hembuskan kembali… hembuskan… sampai Anda kembali menjadi nol, menjadi kosong, menjadi lowong, menjadi tidak ada, tetapi ada. Bahkan sangat besar, sangat dahsyat, sangat mengagumkan, sangat indah… tidak bisa dijelaskan, hanya bisa dirasakan saat semuanya dilepaskan… Ya, itulah mungkin perjalanan indah yang pernah saya lalui sendiri. From Hero to Zero… Barulah setelah itu…</p>
<p>6. Petik Hikmah Indah Perjalanan di tahun 2010</p>
<p>Ambillah cukup 1 atau 2 hikmah pengalaman, hikmah keyakinan diri, hikmah kebangkitan diri saat melakukan perjalanan hidup di tahun 2010 ini. Tuliskan menjadi sebuah kalimat singkat. Misalnya: </p>
<p>- Jika aku sungguh-sungguh, ternyata impianku bisa terwujud.<br />
-&#8221;Belum dikabulkannya doaku, bisa jadi, sebab Dia (Allah) senang mendengar tangis harapku, yang tunduk khusyuk mendekat padaNya.&#8221;</p>
<p>- Ah, ternyata selain bekerja keras, akupun harus bekerja cerdas, namun tetap tulus.</p>
<p>- Aku yakin ketekunan pasti berbuah.</p>
<p>- Menolongpun harus benar, ajarkan memancing, bukan berikan ikan.</p>
<p>- Berbuat baik, pasti ada halangan. Namun, teruslah berbuat baik.</p>
<p>- Orang lain boleh menghina aku, tapi aku harus tetap bangga dengan prestasiku.<br />
Tetaplah semangat. Tidak ada kegagalan, yang ada adalah SUKSES atau BELAJAR!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eliyati.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eliyati.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eliyati.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eliyati.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eliyati.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eliyati.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eliyati.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eliyati.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eliyati.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eliyati.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eliyati.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eliyati.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eliyati.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eliyati.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=202&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eliyati.wordpress.com/2010/12/03/refleksi-akhir-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa3598a298ee322689216c2795e2ee8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eliyati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggagas langkah nyata Umat Islam Menghadapi Perubahan Iklim</title>
		<link>http://eliyati.wordpress.com/2010/04/09/menggagas-langkah-nyata-umat-islam-menghadapi-perubahan-iklim/</link>
		<comments>http://eliyati.wordpress.com/2010/04/09/menggagas-langkah-nyata-umat-islam-menghadapi-perubahan-iklim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 03:38:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eliyati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eliyati.wordpress.com/2010/04/09/menggagas-langkah-nyata-umat-islam-menghadapi-perubahan-iklim/</guid>
		<description><![CDATA[Bogor, 9 April 2010 Sebanyak 250 ulama, ahli lingkungan, ilmuwan dan profesi lainnya yang mewakili 15 negara menghadiri konferensi Umat Islam Untuk Perubahan Iklim. Konferensi ini akan menekankan bagaimana seorang muslim dapat berperan aktif dalam kegiatan menghambat laju perubahan iklim. Ujar Ismid Hadad, ketua komite Pengarah Konferensi. &#8220;Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=188&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bogor, 9 April 2010<br />
Sebanyak 250 ulama, ahli lingkungan, ilmuwan dan profesi lainnya yang mewakili 15 negara menghadiri konferensi Umat Islam Untuk Perubahan Iklim.<br />
Konferensi ini akan menekankan bagaimana seorang muslim dapat berperan aktif dalam kegiatan menghambat laju perubahan iklim.<br />
Ujar Ismid Hadad, ketua komite Pengarah Konferensi. &#8220;Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia dan sekaligus memiliki tutupan hutan yang besar yang memiliki potensi dalam kegiatan mengurangi emisi dunia&#8221;.<br />
Konferensi ini membahas berbagai cara cara praktis dan program inovatif hasil pemnikiran umat islam dalam menanggulangi dampak lingkungan dan perubahan iklim. Harapannya, cara -cara praktis akan memperoleh dukungan dari semua pihak, sehingga menjadi efektif dan menghasilkan suatu aksi nyata bagi umat islam di Indonesia dan seluruh dunia, agar berperan aktif dan menjadi Khalifah dalam memegang amanatNya menjaga bumi. Konferensi ini meruopakan agenda lanjutan dari deklarasi Muslim Seven Year Action Plan for Climate Change atau &#8220;Rencana Tujuh Tahun Aksi Muslim untuk Perubahan Iklim&#8221; yang dideklarasikan di Istambul, Turki, awal juni 2009. Pertemuan ini juga akan mendaulat dan memberikan dukungan kepada kota Bogor sebagai kota jasa yang berwawasan dan berpihak pada lingkungan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eliyati.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eliyati.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eliyati.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eliyati.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eliyati.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eliyati.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eliyati.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eliyati.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eliyati.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eliyati.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eliyati.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eliyati.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eliyati.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eliyati.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=188&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eliyati.wordpress.com/2010/04/09/menggagas-langkah-nyata-umat-islam-menghadapi-perubahan-iklim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa3598a298ee322689216c2795e2ee8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eliyati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Leadership Training &#8220;Syarat-syarat Kepemimpinan Efektif&#8221; PP Salimah bekerja sama dengan Kemenegpora RI oleh Zulkiflimansyah PHd (Aleg DPR RI)</title>
		<link>http://eliyati.wordpress.com/2010/02/28/leadership-training-syarat-syarat-kepemimpinan-efektif-pp-salimah-bekerja-sama-dengan-kemenegpora-ri-oleh-zulkiflimansyah-phd-aleg-dpr-ri/</link>
		<comments>http://eliyati.wordpress.com/2010/02/28/leadership-training-syarat-syarat-kepemimpinan-efektif-pp-salimah-bekerja-sama-dengan-kemenegpora-ri-oleh-zulkiflimansyah-phd-aleg-dpr-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 13:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eliyati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas Pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenegpora]]></category>
		<category><![CDATA[PP Salimah]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkiflimansyah PHd]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eliyati.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Leadership Training &#8220;Syarat-syarat Kepemimpinan Efektif&#8221; PP Salimah bekerja sama dengan Kemenegpora RI oleh Zulkiflimansyah PHd (Aleg DPR RI) Sebagai salah satu peserta Leadership Training &#8220;Syarat-syarat Kepemimpinan Efektif&#8221;, PP Salimah bekerja sama dengan Kemenegpora RI dibawakan oleh Zulkiflimansyah PHd (Aleg DPR RI), Bumi Serpong Damai (BSD), 25 Februari 2010<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=177&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Leadership Training &#8220;Syarat-syarat Kepemimpinan Efektif&#8221; PP Salimah bekerja sama dengan Kemenegpora RI oleh Zulkiflimansyah PHd (Aleg DPR RI)</strong></span></p>
<p><a title="Training Kepemimpinan bersama Zulkiflimansyah PHd Aleg DPR RI by afdalzikri, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/afdalzikri/4394974548/"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4009/4394974548_12b5a0e62b.jpg" alt="Training Kepemimpinan bersama Zulkiflimansyah PHd Aleg DPR RI" width="452" height="342" /></a></p>
<p>Sebagai salah satu peserta Leadership Training &#8220;Syarat-syarat Kepemimpinan Efektif&#8221;, PP Salimah bekerja sama dengan Kemenegpora RI dibawakan oleh Zulkiflimansyah PHd (Aleg DPR RI), Bumi Serpong Damai (BSD), 25 Februari 2010</p>
<p><!-- AddThis Button BEGIN --></p>
<div><a title="Bookmark and Share" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;pub=afdalzikri" target="_blank"><img style="border:0;" src="http://s7.addthis.com/static/btn/v2/lg-share-en.gif" alt="Bookmark and Share" width="125" height="16" /></a></div>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eliyati.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eliyati.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eliyati.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eliyati.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eliyati.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eliyati.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eliyati.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eliyati.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eliyati.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eliyati.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eliyati.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eliyati.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eliyati.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eliyati.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eliyati.wordpress.com&amp;blog=6430442&amp;post=177&amp;subd=eliyati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eliyati.wordpress.com/2010/02/28/leadership-training-syarat-syarat-kepemimpinan-efektif-pp-salimah-bekerja-sama-dengan-kemenegpora-ri-oleh-zulkiflimansyah-phd-aleg-dpr-ri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa3598a298ee322689216c2795e2ee8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eliyati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm5.static.flickr.com/4009/4394974548_12b5a0e62b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Training Kepemimpinan bersama Zulkiflimansyah PHd Aleg DPR RI</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s7.addthis.com/static/btn/v2/lg-share-en.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Bookmark and Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
